Konsep Tentang Hidup
Sejak zaman dahulu sampai bebrapa abad yang lalu orang-orang mempercayai bahwa makhluk tak hidup atau makhluk yg telah mati dapat berubah secara langsung menjadi makhluk hidup. Inilah yang dikenal sebagai Abiogenesis atau generatio spontanea.
a.Timbulnya pandangan abiogenesis
Hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya pandangan Abiogenesis diantaranya adalah :
(1). Terdapatnya lebah (sesungguhnya lalat yg mirip lebah) pada setiap bangkai binatang seperti kuda, babi, anjing, dan sebagainya. Mereka tidak mengetahui bahwa sesungguhnya lalat-lalat tersebut berasal dari tempayak (larva) yang menetes dari telur yang diletakkan pada bangkai tadi oleh induk lalat. Oleh karenanya mereka berpendapat bahwa lalat berasal dari daging yang membusuk.
(2). Terdapatnya ikan dan katak pada perairan yang terbuka. Orang-orang dulu tidak mengetahui mengapa pada perairan yang terbuka bisa terdapat ikan dan katak. Mereka mengemukakan pendapatnya binatang-binatang tersebut dihasilkan di dalam awan selama angin ribut yang disertai guntur lalu jatuh ke bumi bersama-sama hujan.
(3). Setelah ditemukan mikroskop, ternyata pada perairan yang diamatinya tampak terdapat mikroorganisme yang banyak sekali. Kebetulan air yang diamatinya itu adalah air rendaman jerami. Maka timbulah dugaan bahwa mikroorganisme berasal dari rendaman jerami.
Pandangan Abiogenesis ini diterima orang-orang tanpa ada pertanyaan-pertanyaan sampai abad ke-17.
b. Pendukung-pendukung Abiogenesis
![]() |
| (Gambar : Aristoteles) |
![]() |
| (Gambar : Jean Baptiste Van Helmont) |
![]() |
| (John Needham) |
2. Biogenesis
Pendukung-pendukung Biogenesis :
(1). Francesco Redi
Pada abad ke-17 Francesco Redi seorang berkebangsaan itali menyatakan bahawa pandangan abiogenesis tidak ditunjang oleh suatu eksperimen yang dapat dipertanggung jawabkan. Pada tahun 1668 Francesco melakukan eksperimen untuk membuktikan hipotesisnya. Dalam melakukan eksperimennya ini Francesco menggunakan suatu langkah-langkah yang dapat di uji oleh standar sains modern sekarang ini.
![]() |
| (Gambar : Francesco Redi) |
Dengan eksperimen ini Francesco berkesimpulan bahwa lalat berasal dari lalat dan bukan dari generatio spontanea dari daging yang membusuk.
Pertanyaan Francesco ini ternyata dibantah oleh pendukung abiogenesis yang menyatakan bahwa udara memegang peranan penting sebagai "dasar pengaktifan" atau "gaya hidup" untuk terjadinya generati spontanea. Jadi tidak adanya lalat pada botol yang tertutup disebabkan udara dari luar tidak dapat masuk. Dengan demikian percobaan Francseco yang pertama kali meliputi 2 variabel yaitu lalat dan udara.
Selanjutnya Francesco membuat percobaan kedua menggunakan set botol yang sama akan tetapi satu set botol tersebut ditutupnya dengan menggunakan kain sehingga udara dapat masuk secara bebas. Ternyata pada botol-botol yang ditutup dengan menggunakan kain juga tidak terdapat tempayak.
(2). Lazzaro Spallanzani
![]() |
| (Gambar : Lazzaro Spallanzani) |
(3). Louis Pasteur
Louis Pasteur adalah seorang ilmuan yg bereksperimen menggunakan botol-botol yang berbentuk leher angsa. Ia memanaskan larutan ragi dan gula ke dalam botol yang berleher panjang, kemudian memanaskan bagian leher botol itu dan membengkokannya menjadi bentuk S yang menyerupai leher angsa. Setelah itu ia memanaskan botol-botol itu untuk beberapa waktu.
![]() |
| (Gambar : Louis Pasteur) |
Setelah beberapa hari Pasteur memeriksa larutan yang terdapat didalam botol tersebut di bawah mikroskop, ternyata di sana tidak tampak adanya mikroorganisme. Tetapi jika botol itu dimiringkan da larutan dibiarkan mengalir ke dalam leher botol yang melengkung tempat air atau debu tempurung, maka dalam beberapa hari saja pada larutan itu akan banyak ditemukan mikroorganisme.
Dengan demikian eksperimen Pasteur ini menolak semua argumentasi lawan-lawannya dan berkesimpulan bahwa:
a. Pemanasan tidak merusak bahan atau larutan yang terdapat dalam botol.
b. Larutan dalam botol cocok untuk pertumbuhan bakteru dan mikroorganisme lainnya.
c. Mikroorganisme tidak tumbuh secara spontan dari larutan atau bahan mati, tetapi telah ada sebelumnya di udara bebas bersama-sama dengan debu atau air.
Hasil eksperimen Pasteur ini akhirnya mengganti konsep abiogenesis atau generatio spontanea dengan biogenesis yang berati bahwa kehidupan itu berasal dari kehidupan sebelumnya. Selanjutnya terkenal dengan semboyan omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, yang artinya semua makhluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup.
B. Asal Mula Kehidupan Secara Spontan Pada Tingkat Molekuler
Ahli biokimia berkebangsaan Rusia (1894) A. I Oparin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi jauh sebelum kehidupan ini ada.
Dalam bukunya "Asal Mula Terjadinya Kehidupan di Bumi", dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi selama evolusi terbentuknya bumi beserta atmosfirnya.
Atmosfir bumi mula-mula memiliki air, metan dan amonia. Zat-zat tersebut mengalami serangkaian perubahan menjadi suatu koloid yang disebut koaservat yang berisi campuran makro molekul yang sangat penting bagi kehidupan, misalnya protein, lemak, asam nukleat dan sebagainya. Koaservat ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi bertingkah laku mirip seperti sistem biologi, melalui seleksi alam akhirnya mampu melakukan reproduksi dengan fragmentasu. percobaan-percobaan yang bertujuan untuk membuktikan hipotesis Oparin ini telah dilakukan olej A. L Hererra (1942). dalam percobaan-percobaanya ini dihasilkan dua macam asam amino dan suatu zat pimen. Akan tetapi dia gagal mengkolerasikan pendapatnya dengan masalah asal mula terjadinya kehidupan.
Selanjutnya Miller dan gurunya Harold Urey, pada tahun 1953 merancang suatu alat untuk membuktikan asal mula terjadinya kehidupan di bumu. Alat ini disimpan pada suatu kondisi permukaan yang diperkirakan sama dengan kondisi pada waktu sebelum adanya kehidupan. Ke dalam alat ini dimasukkan bermacam-macam gas seperti H2O (air), H2 (hydrogen), CH4 (metan) dan NH3 (ammonia). Gas-gas ini diduga sama dengan gas-gas yang terdapat pada waktu itu. Selanjutnya pada alat tersebut diberikan aliran listrik 75.000 volt (sebagai pengganti kilatan hahlilintar yang selalu terjadi di alam pada waktu tersebut). Dari hasil percobaannya ini Miller mendapatkan zat organik berupa asam amino yang merupakan dasar kehidupan bagi suatu organisme. Selain asam amino diperoleh juga asam hidroksi, HCN dan urea.
Apakah hasil percobaan Miller dan yang lainnya telah dapat menjawab pertanyaan "apalkah sesungguhnya hidup itu?". Sudah tentu belum, percobaan-percobaan tersebut tidak pernah menghasilkan makhluk hidup.
Demikian pula mengenai apa sesungguhnya hidup ini. Sampai saat ini orang baru mampu menjawab pertanyaan : ciri-ciri atau kegiatan-kegiatan apakah yang dilakukan oleh makhluk. Jawaban itu pun sesungguhnya masih jauh dari sempurna. Adapun beberapa ciri makhluk hidup antaranya:
a. Makhluk hidup mempunyai susunan kimia yang kompleks.
b. Makhluk hidup memerlukan energi
c. Makhluk hidup mempunyai sel atau susunan sel
d. Makhluk hidup mampu melakukan pertumbuhan dan perkembangan
e. Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk melakukan reproduksi dan perkembangan
f. Makhluk hidup mempunyai rentang hidup tertentu
g. Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk mengadakan respon
h. Makhluk hidup melakukan respirasi
i. Makhluk hidup melakukan ekskresi
j. Makhluk hidup melalukan regulasi
Selasa, Januari 24, 2012
Unknown







